UX Researcher at Growth Center by Kompas Gramedia

From 2023 – Present

Digital Learning Platform untuk Pengembangan Karyawan

Platform pembelajaran digital yang dirancang untuk mendukung karyawan dalam mengembangkan kompetensi dan meningkatkan kemampuan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan mereka.

Dalam proses pengembangannya, saya menggunakan pendekatan research-driven melalui user interview, survey, dan usability testing untuk memahami kebutuhan, perilaku, serta tantangan pengguna dalam menjalani proses pembelajaran.

Temuan dari riset kemudian diterjemahkan menjadi insight yang menjadi dasar dalam pengembangan dan penyempurnaan produk. Beberapa di antaranya mencakup penyederhanaan navigasi, pengembangan alur belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna, serta penyajian konten yang lebih jelas dan engaging.

Melalui proses riset, evaluasi, dan iterasi yang berkelanjutan, platform ini dikembangkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih intuitif, relevan, dan berpusat pada pengguna, sekaligus mendukung tujuan organisasi dalam meningkatkan kompetensi dan pengembangan profesional karyawan.

UX UI Research & Design for Food Inspection Apps

2023

Food Inspection Handler App

Aplikasi yang dibuat untuk membantu petugas inspeksi makanan dalam melakukan pemeriksaan dan mencatat hasil inspeksi di lapangan.

Dalam project ini, saya menggunakan pendekatan Design Thinking untuk memahami bagaimana proses inspeksi dilakukan sehari-hari. Saya melakukan field research, user interview, dan observasi langsung terhadap workflow petugas untuk melihat kendala yang mereka hadapi, terutama saat melakukan dokumentasi, membuat laporan, dan memantau hasil pemeriksaan.

Dari proses tersebut, saya menemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait proses input data yang cukup panjang, pencarian informasi, dan pengelolaan hasil inspeksi. Temuan ini kemudian menjadi dasar untuk menentukan masalah utama dan merancang solusi yang lebih sesuai dengan cara kerja petugas.

Saya membuat beberapa alternatif solusi dan prototype, kemudian mengujinya kembali melalui usability testing. Dari hasil testing, saya melakukan beberapa kali perbaikan pada alur, struktur informasi, dan tampilan aplikasi agar lebih mudah digunakan saat melakukan inspeksi.

Hasil akhirnya adalah interface yang lebih sederhana dan terstruktur, dengan alur yang membantu petugas mencatat data, melihat informasi, dan membuat laporan inspeksi tanpa harus melalui proses yang terlalu rumit.

Bagi saya, project ini bukan hanya tentang membuat aplikasi terlihat lebih baik, tetapi tentang memahami bagaimana sebuah produk dapat benar-benar membantu pekerjaan pengguna di kondisi nyata.

UX UI Research & Design for Church Web App

From 2021-2023

Church Management SaaS Platform

Sebuah platform berbasis web yang dibuat untuk membantu gereja mengelola kegiatan, data jemaat, dan kebutuhan administrasi dalam satu sistem.

Dalam project ini, saya terlibat dalam proses research hingga perancangan interface. Riset dilakukan melalui user interview, survey, dan analisis workflow untuk memahami bagaimana pengurus gereja menjalankan pekerjaan sehari-hari, mulai dari mengelola data jemaat, membuat dan mengatur kegiatan, hingga berkomunikasi dengan jemaat.

Dari hasil riset, saya menemukan beberapa kebutuhan dan kendala yang kemudian digunakan untuk menentukan prioritas dalam pengembangan produk. Salah satu fokus utamanya adalah membuat proses administrasi menjadi lebih sederhana tanpa menghilangkan informasi yang dibutuhkan oleh pengurus gereja.

Berdasarkan insight tersebut, saya membuat wireframe dan prototype untuk beberapa kebutuhan utama, seperti pengelolaan kegiatan, database jemaat, donasi, dan komunikasi. Prototype kemudian diuji melalui usability testing untuk melihat apakah alur yang dirancang sudah mudah dipahami dan sesuai dengan kebiasaan pengguna.

Hasil riset dan testing menjadi dasar untuk melakukan beberapa kali iterasi pada user flow, struktur informasi, dan interface. Desain akhirnya dibuat sederhana dan responsif agar dapat digunakan oleh pengurus maupun jemaat dengan tingkat pengalaman digital yang berbeda.

Project ini memberi saya pengalaman dalam merancang produk yang memiliki beragam tipe pengguna dan kebutuhan, sekaligus memastikan bahwa solusi yang dibuat tetap relevan dengan proses kerja yang sudah berjalan di organisasi.

UX UI Research & Design for Mandarin e-course

2022

Mandarin Learning App

Aplikasi pembelajaran bahasa Mandarin yang dirancang untuk membantu pengguna belajar secara lebih terstruktur, interaktif, dan sesuai dengan kemampuan mereka.

Dalam project ini, saya menggunakan pendekatan Design Thinking, dimulai dengan melakukan user interview, survey, dan competitor analysis untuk memahami bagaimana pengguna belajar bahasa Mandarin, apa yang membuat mereka kesulitan, serta hal-hal yang membuat mereka tetap termotivasi untuk belajar.

Dari hasil riset, terlihat bahwa pengguna membutuhkan pengalaman belajar yang tidak hanya berisi materi, tetapi juga memberikan kesempatan untuk berlatih secara langsung dan melihat perkembangan mereka. Temuan ini kemudian menjadi dasar dalam menentukan fitur dan alur pembelajaran yang akan dikembangkan.

Saya kemudian membuat wireframe dan prototype untuk menguji beberapa konsep, termasuk alur belajar, latihan, dan progress pengguna. Prototype tersebut diuji melalui usability testing dan dikembangkan kembali berdasarkan feedback yang diperoleh dari pengguna.

Pada tahap akhir, desain difokuskan pada penyajian materi yang mudah dipahami, progress tracking yang lebih menarik, serta konten pembelajaran yang dapat menyesuaikan kebutuhan pengguna. Tujuannya adalah membuat proses belajar terasa lebih ringan dan membantu pengguna tetap termotivasi untuk melanjutkan pembelajaran.

Project ini memberikan pengalaman bagi saya dalam merancang produk edukasi yang perlu mempertimbangkan tidak hanya kemudahan penggunaan, tetapi juga motivasi dan kebiasaan pengguna dalam belajar.

UX UI Research & Design for Rent Bike or Car Apps

2021

Coconut Rent Bike App

Pada aplikasi Coconut Rent Bike, saya berfokus pada bagaimana membuat proses penyewaan sepeda menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami pengguna.

Sebelum masuk ke tahap desain, saya melakukan user interview, survey, dan competitor analysis untuk memahami pengalaman pengguna ketika mencari dan menyewa sepeda. Dari riset tersebut, ditemukan beberapa masalah yang cukup menghambat proses booking, terutama alur pemesanan yang terlalu panjang, informasi harga yang kurang jelas, serta tidak adanya informasi ketersediaan sepeda secara langsung.

Temuan tersebut kemudian menjadi dasar untuk menyusun kembali alur booking. Pengguna diarahkan untuk memilih lokasi, melihat sepeda yang tersedia, membandingkan pilihan, menentukan waktu sewa, hingga menyelesaikan pembayaran dengan langkah yang lebih ringkas.

Saya membuat beberapa prototype dan melakukan usability testing untuk melihat bagian mana yang masih membingungkan. Salah satu perubahan yang cukup signifikan adalah pada proses pemilihan tanggal dan waktu, perbandingan sepeda, serta penambahan rating dan review sebagai informasi tambahan sebelum pengguna menentukan pilihan.

Selain memperbaiki alurnya, desain juga mempertimbangkan kebutuhan pengguna untuk mendapatkan informasi yang jelas sebelum melakukan pembayaran. Karena itu, informasi harga, ketersediaan sepeda, detail penyewaan, dan metode pembayaran dibuat lebih mudah ditemukan sepanjang proses booking.

Hasilnya adalah alur pemesanan yang lebih ringkas dan membantu pengguna memahami apa yang mereka sewa, berapa biayanya, kapan sepeda tersedia, dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya.